Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, dan Contoh Teks Eksemplum
Teks Eksemplum merupakan teks cerita yang mengisahkan tokoh atau pelaku dari ceritanya. Kisahnya biasa diawali dengan pengenalan tokoh, kemudian dilanjutkan dengan peristiwa yang dialami tokoh, lalu ditutup dengan interpretasi yang muncul dari dalam diri tokoh. Sebagai karya sastra, teks eksemplum termasuk teks yang berisi sebuah pengalaman hidup manusia.
Ciri-ciri Teks Eksemplum
- Berisi peristiwa yang tidak diinginkan terjadi.
- Menunjukkan urutan peristiwa yang jelas.
- Menggunakan bahasa naratif.
- Mempunyai struktur lengkap yaitu orientasi, insiden, dan interpretasi.
Struktur Teks Eksemplum
- Orientasi
Orientasi merupakan bagian awal teks eksemplum. Biasanya bagian ini berisi tentang pengenalan tokoh.
Contoh: "Dia merupakan salah satu teman saya saat kecil, dia sangat suka menabung."
- Insiden
Insiden merupakan bagian kedua dari teks eksemplum. Bagian ini merupakan
peristiwa yang berisi persoalan yang dihadapi oleh si tokoh.
Contoh: "Jonni kehabisan uang jajan karena terlalu sering bermain Play Station di warung Pak Jaka."
- Interpretasi
Jika Insiden merupakan masalah/persoalan yang dihadapi oleh pemain,
sedangkan Interpretasi merupakan pesan moral, evaluasi, san akibat
masalah yang dilakukan oleh si pemain.
Contoh: "Sebagai ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa, manusia tidak boleh
sombong dan angkuh terhadap nikmat yang telah diberikan oleh Tuhan Yang
Maha Esa."
Contoh Teks Eksemplum "PENCURIAN"
- Orientasi
Sabtu sore, aku pulang dari lapangan futsal di sekitar kota Ngabang.
Aku baru saja bermain futsal disana. Sampai kos sudah maghrib, aku
langsung mandi.Setelah mandi, aku solat maghrib, lalu aku istirahat sebentar di kamar. Di kamar, aku mengobrol dengan Hala. Tak terasa, waktu cepat berlalu. Jam 24.00 WIB teman sekamarku pulang, Mbak Devi namanya. Kami mengobrol sampai pukul 1.00 WIB.
- Insiden
Minggu pagi, aku dan Devi bangun di pagi yang kacau. Kami kemalingan.
Dua laptop, dua handphone, satu modem, dan tasku hilang. Seseorang telah
mencurinya semalam. Diperkirakan antara pukul 1.00 sampai pukul 3.00.
Sebab, teman sebelah kamarku bangun pukul 3.00 dan tahu bahwa pintu
kamarku terbuka. Tapi, ia juga belum tahu kalau kami baru saja
kehilangan beberapa barang penting. Aku bertanya pada Devi, apakah ia
belum mengunci kamar ketika tidur, ternyata Devi lupa tidak mengunci
kamar kami.Setelah itu, aku dan Devi langsung lapor ke Bapak Kos, kami disuruh untuk lapor ke kepolisian. Pagi itu, kami langsung ke Polsek Gunung Pati, pukul 08.00 kami tiba, membuat keterangan, surat kehilangan dan menyerahkan barang bukti berupa tas yang ditnggalSi Pencuri di Jemuran. Jam 10.00 WIB polisi datang ke kos untuk melihat dan menyelidiki kasus ini. Meski polisi juga belum bias menemukan pelakunya. Kami betul-betul tidak menyangka kejadian seperti ini menimpa kami.
- Interpretasi
Kejadian ini adalah peringatan besar untuk kami. Sejak itu, saya dan Devi terus waspada.Aku telah memasang gembok di pintu belakang. Dan kamarku selalu dikunci meski kami hanya keluar sebentar
Comments